Pagi yang cerah tiba-tiba menjadi kelabu dan berakhir sendu pilu. Perasaan tak enak sesungguhnya telah mengintai semenjak awal. Penantian kami akhirnya berbuah pahit sepahit buah majapahit. Pagi itu kami kumpul-kumpul ria dengan diselingi canda tawa khas anak muda jaman sekarang sembari menanti kedatangan Dr. B
Yah…., memang pagi itu terjadi banyak miskonsepsi diantara kami dan Dr. B. Sebenarnya kesalahpahaman terjadi karena kami tidak mendapatkan ruangan untuk kuliah……sembari menunggu kami meminta perdana menteri Ery untuk mengambil tugas Biokim. Ternyata perjalanan Ery berakhir tragis….ia bertemu Dr. B dan pertemuannya itu menyebabkan kesalahpahaman. Ketika Dr. B berjalan menuju kerumunan kami sudah tampak raut wajah beliau dalam kondisi tidak bersahabat. Kami yang melihat keadaan itu mulai dag dig dug seeerrrr….
Ketika mendekat beliau bertanya dimana kita akan kuliah. Kami yang sadar kehadiran beliau ingin menyapa beliau dulu dengan ucapan selamat pagi sebagai tata karma dan sopan santun ketika bertemu dosen. Tetapi karena sudah saking kesalnya beliau malah marah dan berteriak bukan itu yang saya tanyakan.
Wah…..nyali kami langsung ciut, kami berpikir ini adalah akhir dunia. Hehehe, namun akhirnya kami berhasil mendapatkan ruang kuliah di LKD. Ketika kuliah kami berusaha memperhatikan beliau dengan tekun. Beberapa di antara kami mengajukan pertanyaan-pertanyan yang menurut Dr. B membuatnya menjadi bergairah. Syukurlah fase tegang sudah mencair.
Belajar dari pengalaman tersebut kami harus mempersiapkan perkuliahan lebih baik lagi agar proses pembelajaran berlangsung lebih baik. Oya….ketika kami dibentak, anak-anak fisika yang kebetulan ada langsung mengaga lebar dan mematung melihat kejadian tak elok itu. Ya sudah….nasi sudah menjadi bubur tapi kami tetap hormat dan mencintai Dr. B serta berharap beliu mengeluarkan seluruh ilmunya buat kita-kita yang betul-betul kehausan. Maafkan kami Dr. B, “We Love You Full…..!!!”







Tadi juga Dr. B menyeramkan banget….
mw makan orang ja terus…